Sangatta News — Keberhasilan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) merengkuh takhta Juara Umum pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2025 kini berbuah manis di panggung nasional. Prestasi mentereng tersebut menjadi batu pijakan kokoh bagi Kafilah Kutim untuk berkibar di ajang MTQ XXXI Tingkat Nasional yang berlangsung di Semarang.

Dari raihan juara tingkat provinsi tersebut, Kutim dipercaya mengirimkan 13 peserta terbaiknya untuk memperkuat kontingen Kalimantan Timur di pentas nasional.

Persaingan di tingkat nasional diakui memberikan tantangan yang jauh lebih berat karena harus berhadapan dengan qari dan qariah terbaik dari seluruh penjuru Nusantara. Kendati demikian, pembinaan intensif yang diterapkan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kutim terbukti mampu bersaing di level tertinggi.

Dari 13 peserta yang dikirim ke Semarang, sembilan di antaranya sukses mengukir prestasi dan membawa pulang gelar juara di berbagai cabang lomba.

“Tahun 2025 kemarin kita juara umum di tingkat provinsi. Maka dari hasil itu, Kutim mengirimkan 13 peserta ke tingkat nasional. Alhamdulillah, sembilan di antaranya berhasil merengkuh prestasi di Semarang. Ini membuktikan Kutai Timur mampu menjadi yang terbaik, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” tegas Ketua LPTQ Kutim, Rizali Hadi.

Rizali menekankan bahwa capaian gemilang ini tidak boleh membuat jajaran pengurus maupun peserta berpuas diri. Sukses memboyong sembilan penghargaan nasional justru meningkatkan ekspektasi publik terhadap standar pembinaan keagamaan di Kutai Timur.

Untuk itu, LPTQ Kutim berkomitmen memperkuat sistem regenerasi agar tradisi juara ini tidak berhenti pada satu generasi saja. Dengan sistem pembinaan berkelanjutan dengan menjaga ritme latihan serta penggemblengan kualitas teknis qari-qariah secara konsisten dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Sembilan peserta berprestasi nasional ini dijadikan sebagai role model dan motivator bagi bibit-bibit muda di Kutim serta memperkuat penguatan mental dan pemantapan materi untuk mempertahankan gelar Juara Umum pada ajang MTQ provinsi berikutnya.

“Hasil ini menjadi bukti kesinambungan pembinaan dari daerah menuju nasional. Tantangan ke depan tentu makin besar, namun keberhasilan ini harus menjadi pemicu semangat agar regenerasi kafilah Kutim terus berlanjut secara terarah,” tambah Rizali.