Sangatta News — Stadion Kudungga Sangatta di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menggembleng kesiapannya menjelang bergulirnya kompetisi sepak bola Liga 3 Nusantara musim 2026/2027. Demi memastikan keamanan, keselamatan, serta kenyamanan para pecinta sepak bola di tribun, stadion kebanggaan warga Kutim ini menjalani evaluasi dan risk assessment (penilaian risiko) ketat pada Selasa (3/11/2026).
Pemeriksaan komprehensif tersebut dipimpin langsung oleh Tim Subdirektorat Audit Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Kalimantan Timur. Penilaian mencakup audit dokumen administrasi manajemen pengamanan hingga inspeksi fisik terhadap infrastruktur dan fasilitas pendukung stadion.
Ketua Tim Audit Ditpamobvit Polda Kaltim, Kompol Ahmad Abdullah, S.H., M.H., menjelaskan bahwa risk assessment merupakan tahapan kewajiban regulasi mendasar bagi setiap stadion yang akan memutar roda kompetisi resmi di bawah naungan PSSI.
Dalam pengujian ini, terdapat 6 elemen utama dengan 60 kriteria spesifik yang harus dipenuhi secara presisi. Cakupannya meliputi aspek keselamatan umum, kelayakan infrastruktur, ketersediaan penanganan medis/kesehatan, keandalan sistem informasi, hingga fasilitas penunjang area suporter.
“Insyaallah, melihat kondisi fisik Stadion Kudungga saat ini, kami optimistis stadion ini dapat memenuhi standar. Namun, setiap kali akan menyelenggarakan hajatan kompetisi baru, prosedur risk assessment tetap wajib dilakukan untuk memverifikasi kesiapan teknis di lapangan,” tegas Kompol Ahmad Abdullah.
Sementara itu, Kepala UPT Sarana dan Prasarana Olahraga Kudungga, Hadri Nirwan, menyambut positif proses sertifikasi kelayakan ini. Menurutnya, hasil penilaian dari Polda Kaltim bakal menjadi rujukan utama dalam penerbitan izin keramaian dan rekomendasi kapasitas kehadiran penonton di dalam stadion.
Meskipun secara keseluruhan Stadion Kudungga dinilai mendobrak kategori mendekati layak, pihak pengelola secara terbuka mengakui masih ada catatan teknis yang sedang disempurnakan—salah satunya adalah efektivitas sistem pemadam kebakaran (hidran).
“Kami mengakui fasilitas hidran memang masih membutuhkan pembenahan agar berfungsi maksimal saat kondisi darurat. Langkah perbaikan sudah kami jalankan dan kami terus berkoordinasi dengan tim Pemadam Kebakaran untuk melakukan inspeksi menyeluruh,” jelas Hadri.
Hadri berharap seluruh rangkaian evaluasi hari kedua berjalan lancar sehingga surat rekomendasi resmi segera diterbitkan. Dengan begitu, Stadion Kudungga siap menjadi tempat perhelatan Liga 3 Nusantara 2026/2027 yang aman, nyaman, dan berstandar nasional bagi para suporter.


Tinggalkan Balasan