Sangatta News – Memasuki bulan suci Ramadhan 2026, halaman Rumah Jabatan Sekretaris Daerah (Rujab Sekda) di Bukit Pelangi mendadak semarak. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kutai Timur resmi membuka Bazaar Ramadhan, sebuah perhelatan ekonomi kreatif yang memadukan semangat kewirausahaan perempuan dengan misi sosial, Senin (23/2/2026).
Mengusung tema “Perempuan Kreatif, UMKM Inovatif”, bazaar ini diikuti oleh 25 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menyuguhkan aneka kuliner buka puasa hingga kebutuhan ibadah.
Ketua DWP Kutim, Ny. Lisnarwaty Rizali Hadi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wadah nyata bagi para anggota DWP untuk saling menguatkan ekonomi keluarga melalui UMKM. Selama 11 hari ke depan (23 Februari – 5 Maret 2026), bazaar ini menjadi pusat kolaborasi antar-perangkat daerah se-Kutai Timur.
“Silakan ibu-ibu berbelanja di sini, ajak rekan-rekan kantor. Selain memenuhi kebutuhan pribadi, belanja di sini artinya kita mendukung sesama anggota dan menggerakkan ekonomi keluarga,” ujar Ny. Lisnarwaty.
Poin menarik dari bazaar tahun ini adalah sisi kemanusiaannya. Istri Sekretaris Kabupaten Rizali Hadi tersebut mengungkapkan bahwa bazaar ini bukan hanya soal transaksi jual-beli. Sebagian keuntungan yang diraih dari stand-stand SKPD akan disisihkan untuk program Bakti Sosial.
Dana yang terkumpul nantinya akan dialokasikan untuk membantu sejumlah pondok pesantren di wilayah Kutai Timur. Hal ini menjadikan setiap transaksi di bazaar sebagai tabungan pahala bagi para pembelinya.
Bagi warga Sangatta dan pegawai di lingkungan Bukit Pelangi yang ingin mencari hidangan takjil atau kebutuhan Ramadhan, bazaar ini berlokasi di Halaman Rujab Sekda Kutim (Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi). Bazaar digelar 23 Februari hingga 5 Maret 2026 pada hari Senin sampai Kamis dengan jam buka pukul 10.00 – 15.00 WITA.
Melalui sinergi 25 SKPD ini, DWP Kutim berharap peran perempuan semakin nyata dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas di bulan penuh berkah.


Tinggalkan Balasan