Sangatta News — Pemuda Kutim Hebat mengambil langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan lokal. Tidak tanggung-tanggung, organisasi ini kini tengah mengawal pengembangan Kampung Hortikultura di dua lokasi strategis di Kecamatan Sangatta Selatan: Desa Singa Geweh (Muara Gabus) dan Desa Sangatta Selatan (KM 13).

Inisiatif ini bukan sekadar bercocok tanam biasa, melainkan sebuah misi strategis untuk menyokong kebutuhan bahan baku sayur dan buah lokal bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Pengembangan kampung ini diproyeksikan menjadi “lumbung” utama bagi sekitar 15 Dapur MBG. Hasil panen dari petani lokal nantinya akan diolah untuk memenuhi kebutuhan gizi lebih dari 40.000 orang penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah.

“Dengan adanya pengembangan Kampung Hortikultura ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah sekaligus memberdayakan masyarakat lokal secara nyata,” ungkap Habibi, Ketua Pemuda Kutim Hebat.

Program ini dirancang untuk menghidupkan rantai ekonomi pedesaan. Dengan memutus ketergantungan pada pasokan luar daerah, pendapatan petani lokal di Sangatta Selatan diharapkan akan meningkat drastis dengan kontrak suplai ke Dapur MBG. Kualitas produk hortikultura juga lebih terjamih dan lebih segar karena dipanen langsung dari kebun terdekat.

Pemuda Kutim Hebat berkomitmen mennjadi pendamping bagi para petani di lapangan. Mereka akan memastikan proses dari penanaman hingga distribusi berjalan lancar agar manfaatnya dirasakan maksimal oleh masyarakat.

“Kami akan terus mengawal dan mendukung pengembangan ini. Ini adalah bukti bahwa pemuda bisa menjadi motor penggerak ekonomi yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga,” tambah perwakilan Pemuda Kutim Hebat. (Ainun)