Sangatta News – Penyelenggaraan Monster Bike atau Push Bike di Kutai Timur (Kutim) kini tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi anak usia dini, tetapi juga sebagai kegiatan yang memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutim, khususnya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), membuat kegiatan ini berkembang menjadi agenda strategis yang menyentuh banyak aspek. Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menegaskan bahwa pembinaan usia dini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Menurutnya, olahraga tidak boleh hanya terfokus pada atlet senior, melainkan harus dimulai sejak anak-anak mulai mengenal aktivitas fisik yang terarah. “Kami dari Dispora tidak hanya memperhatikan orang-orang dewasa. Pembinaan usia dini juga kami perhatikan,” ujar Basuki.

Push Bike dinilai menjadi pintu masuk bagi anak-anak untuk mencintai olahraga, sekaligus menanamkan nilai-nilai kemandirian, keberanian, dan kedisiplinan. Selain manfaat fisik dan mental, kegiatan ini juga dianggap mampu menjauhkan anak dari ketergantungan pada gawai yang selama ini menjadi tantangan bagi banyak orang tua.

Namun manfaat kegiatan ini tidak berhenti pada pembinaan atlet saja. Basuki mengungkapkan, kehadiran ratusan peserta yang datang bersama keluarga menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan di sekitar lokasi kegiatan. Mulai dari meningkatnya pemesanan penginapan hingga ramainya penjual makanan dan pedagang kaki lima. “Penginapan laku, penjual makanan ramai. Perputaran ekonomi berjalan,” paparnya.

Dukungan Bupati Kutim, termasuk inisiasi Piala Bupati, disebut menjadi pemicu semangat bagi penyelenggara maupun peserta. Dispora berharap kegiatan seperti Push Bike dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin tahunan sebagai sarana pembinaan atlet usia dini sekaligus pendorong ekonomi lokal.

Dengan dampak berlapis yang dirasakan masyarakat, ajang Push Bike dinilai sebagai contoh ideal bagaimana sebuah kegiatan olahraga dapat berkontribusi lebih luas bagi daerah. (Adv)