Sangatta News – Ajang apresiasi bagi Perangkat Daerah (PD) atau badan publik yang berhasil menjalankan dan mengoptimalkan program keterbukaan informasi publik (KIP) menempatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Rumah Sakit (RS) Kudungga menjadi instansi yang masuk kategori sangat informatif dengan penilaian sempurna 100.
Disdikbud dan RS Kudunga mendapat penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur di ajang Anugerah Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) tahun 2025 yang berlangsung di Ruang Meranti Kantor Bupati, Kawasan Pemerintahan Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Kamis (2/10/2025).
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcpil) di posisi kedua dengan kategori informatif. Sedangkan tempat ketiga menjadi milik Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan kategori menuju informatif dengan nilai 87,25.
Sedangkan untuk kategori kecamatan, Sangatta Utara menjadi yang terbaik dengan nilai 98 kualifikasi Informatif. Bengalon duduk di posisi kedua dengan kualifikasi cukup informatif dan mengumpulkan nilai 76,06. Sedangkan Kongbeng menjadi 3 terbaik, kualifikasi cukup informatif dengan nilai 63,22. Sementara untuk kategori desa diraih Benua Baru Hulu, kategori desa partisipan.
Secara simbolis, Wakil Bupati Mahyunadi didampingi Kepala Diskominfo Staper, Ronny Bonar H Siburian menyerahkan piagam penghargaan dan plakat kepada para pemenang yang turut di saksikan Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal, Ketua Komisi Informasi Kaltim Imran Duse serta undangan lainya.
Ditemui usai kegiatan, Kadisdukcapil Mulyono menyebut, raihan penghargaan ini menjadi salah satu bukti komitmen yang ditunjukkan jajaranya dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terutama dalam hal keterbukaan informasi publik.
”Kami selalu terbuka terkait informasi yang dibutuhkan masyarakat, baik melalui kanal resmi website dan media sosial, termasuk komunikasi langsung. Tidak ada batasan bagi siapun untuk mendapatkan informasi,”ujarnya.
Keterbukaan informasi publik saat ini, menurut Mulyono, menjadi sebuah keniscayaan. Terutama berkaitan dengan kinerja pemerintah yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Mengingat hal tersebut menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan dalam pembangunan yang di laksanakan pemerintah.
”Yang menilai kerja kita ini kan orang lain (masyarakat). Jadi dengan adanya keterbukaan informasi, kita jadi tahu kekurangan dan segera kita perbaiki. Saya sendiri juga ikut turun tangan langsung, malah kadang tidak lewat prosedur, tujuannya agar masalah bisa segera teratasi dengan cepat,” bebernya.
Direktur Utama RS Kudungga, dr. Yusuf, mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit melihat keterbukaan informasi bukan sebagai persaingan, melainkan sebagai kebutuhan mendasar. “Kalau dari rumah sakit sebenarnya tidak melihat ini sebagai lomba. Jadi, memang justru melihat ini kebutuhan kami,” ungkapnya.
Pihaknya menyambut baik pelaksanaan monitoring dan evaluasi (Monev) PPID yang dilakukan Diskominfo. Monev dianggap membantu terkait pentingnya keterbukaan informasi yang menurutnya menjadi sebuah kewajiban. “Karena ada event-nya, ada proses Monev oleh Diskominfo, kami menyambut baik karena kami berarti bisa berkaca, di standar mana yang perlu perbaikan,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Sangatta Utara, Hasdiah mengaku banyak mendapat manfaat setelah menerapkan PPID di lingkungan kantor yang beralamat di jalan Sudirman tersebut. Menurutnya dengan hadirnya PPID membantu mempercepat menyelesaikan hal-hal penting. Terutama yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi kecamatan.
“Kami tidak menyangka. Hadirnya PPID ini banyak sekali membantu, salah satunya terkait pengadministrasian untuk mendukung kebutuhan informasi publik. Alhamdulillah kali ini kembali menjadi yang terbaik,”ujarnya.
Manfaat lain dari implementasi PPID di Kecamatan, Hasdiah juga memberikan dampak positif, terutama dari sisi kerapian dokumentasi kegiatan di kecamatan yang menjadi ibu kota Kabupaten ini. ”Setelah mengikuti Monev PPID, tanpa kami sadari dokumentasi administrasi kami menjadi lebih teratur dan tertata dengan baik,” tambahnya.


Tinggalkan Balasan