Sangatta News — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menilai potensi pengembangan sorgum sebagai bahan pangan alternatif masih luas, meski keberlanjutan program terganjal kendala pasar. Uji coba tanam sorgum yang dilakukan 2022–2023 menunjukkan hasil panen yang menjanjikan, namun petani kesulitan menemukan pembeli tetap.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, menjelaskan program ini merupakan bagian dari langkah diversifikasi pangan nasional pasca-perang Rusia–Ukraina, ketika sorgum digagas sebagai alternatif pengganti tepung impor. “Kutim sempat ikut menanam di Bengalon dan Rantau Pulung. Bahkan Bupati melakukan tanam perdana,” ungkapnya.
Meski panen awal cukup baik, keterbatasan rantai pemasaran membuat program sulit berlanjut. “Ada janji pembelian dari pihak tertentu, tapi hanya sekali. Setelah itu tidak ada pembeli. Ketika pasar tidak ada, petani enggan melanjutkan,” kata Dyah.
Selain itu, masyarakat lokal belum terbiasa mengonsumsi sorgum sebagai pangan pokok, sehingga sosialisasi yang dilakukan pada 2022 belum membuahkan dampak signifikan.
Meski demikian, pemerintah daerah menilai tanah Kutim sangat cocok untuk sorgum, sehingga peluang pengembangan tetap ada. DTPHP Kutim saat ini fokus pada komoditas yang sudah memiliki pasar terbentuk, sambil memantau potensi sorgum untuk masa depan.
“Tanah kita subur, apa pun bisa tumbuh, termasuk sorgum. Tapi kita harus lihat dulu situasi pasarnya agar petani tidak dirugikan,” tegas Dyah.
Langkah selanjutnya, pemerintah menekankan perlunya pembangunan rantai pasok yang kuat agar sorgum dapat menjadi bagian dari diversifikasi pangan berkelanjutan di Kutim, sekaligus meningkatkan ekonomi petani lokal.
Komoditas sorgum memiliki nilai ekonomi cukup menarik karena bisa dipanen tiga kali setahun dan menghasilkan gula alami. Namun, sebelum mengembangkan sorgum secara luas, pemerintah perlu melakukan kajian ekonomi yang matang. Tanpa sarana pendukung seperti pabrik pengolahan, pengembangan sorgum sulit berjalan optimal. (Adv)


Tinggalkan Balasan