
Setelah menghadiri Halal Bil Halal Di Kantor Kecamatan Sangatta Utara
pada hari kamis 10 April 2025 (Dok. SangattaNews)
Kutim-Maraknya isu BBM (Bahan Bakar Minyak) oplosan yang terjadi dibeberapa daerah di kalimantan timur yang kabarnya mengakibatkan terjadinya kerusakan terhadap ratusan kendaraan konsumen. Hal ini tidak meninggalkan kekosongan tanggapan dari Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur.
Menanggapi isu yang berkembang, bupati kutai timur berbicara kepada wartawan usai makan siang bersama dengan jajaran pimpinan lembaga setempat pada hari kamis 10 April 2025. Memberikan pernyataan yang menggambarkan apa yang sedang terjadi dimasyarakat, Bahwa dilapangan beredar informasi yang belum jelas mengenai BBM oplosan.
” Terkait BBM oplosan saya bingung juga. Karena setelah kita melakukan pengecekkan di SPBU, aman aja, pengecekkan di tangki, aman aja. Saya tidak tahu mana yang benar dan yang salah”. Ujar bupati.
Mengingat bahwa adanya kerusakan yang terjadi pada sejumlah kendaraan konsumen. Namun, melalui disperindag (Dinas perindustrian dan perdagangan), pada hari rabu 9 April 2025 dengan instruksi langsung dari bupati kutai timur untuk melakukan pengecekkan dilapangan dengan mengambil sampel di beberapa SPBU setempat dan telah melalui uji lapangan yang singkat. Hasil yang ditemukan ternyata sama sekali tidak menandakan bahwa ada indikasi tercemarnya BBM dengan zat yang dianggap menjadi pemicu terjadinya kerusakan terhadap kendaraan.
“Saya sudah perintahkan disperindag untuk melakukan pengecekkan dilapangan, tapi sejauh ini aman aja. Artinya ini sudah berlalu, sekarang kondisinya sudah aman”
Berangkat dari hasil pengecekkan yang dilakukan oleh disperindag yang dilakukan bersama dengan tenaga ahli pertamina, wakil bupati kutai timur turut memberikan tanggapan terkait isu tersebut. Meskipun fakta dilapangan terjadi simpang siur mengenai kebenaran adanya BBM oplosan.
” Berita dilapangan terjadi simpang siur, karena setelah disperindag melakukan inspeksi, ternyata tidak ada masalah. Tapi fakta dilapangan, betul bahwa beberapa kendaraan mengalami kerusakan. Maka dari itu, kami akan memanggil disperindag untuk mendalami terkait BBM oplosan ini”.
Sejauh ini pemerintah kutai timur belum memberikan gambaran solusi bagi pengendara merasa menjadi korban, sebelum hasil pengecekkan sudah jelas.
” Terkait solusi, kita mendalami aja dulu. Karena tugas kami adalah menjaga konsumen, dalam artian melindungi masyarakat sebagai konsumen. Ini perlu adanya kordinasi, kalaupun kita lakukan kordinasi dengan pertamina, ini sulit juga, karena di jakarta aja mengalami hal yang serupa”.
Dengan berbagai langkah cepat yang sudah ditempuh, pemerintah kabupaten kutai timur berharap masalah ini secepatnya bisa terselesaikan dan pertamina kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat.


Tinggalkan Balasan