Sangatta News – Hari Raya Idulfitri adalah momentum kebahagiaan dan harapan serta kesempatan mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta meneguhkan nilai keikhlasan dan kepedulian sosial. Di tengah masyarakat yang semakin terdigitalisasi, juga dihadapkan pada tantangan berupa penyebaran hoaks, polarisasi, dan budaya saling menyalahkan, khususnya di media sosial.

“Oleh karena itu, Idulfitri hendaknya menjadi titik balik untuk menghentikan perpecaha, termasuk di ruang digital, dengan mengedepankan tabayun, etika bermedia, serta tidak mudah terprovokasi,” ucap Wakil Bupati saat membacakan sambutan Bupati Ardiansyah Sulaiman sesaat sebelum melaksanakan sholat idulfitri 1447 Hijriah di masjid  At-Taubah, Sangatta Selatan, Sabtu (20/3/2026)

Nilai-nilai Ramadan seperti kesabaran, kejujuran, disiplin, dan kepedulian, sambung Wabup harus terus kita hidupkan sebagai fondasi persatuan masyarakat Kabupaten Kutai Timur yang majemuk.

Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga daya beli, memperkuat UMKM, serta mendorong diversifikasi ekonomi dan pemberdayaan desa. Semangat zakat, infak, dan sedekah mengajarkan bahwa kepedulian sosial adalah kunci memperkuat solidaritas dan mengurangi ketimpangan.

Sebagai daerah dengan potensi sumber daya alam yang besar serta posisi strategis seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Kutai Timur memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia, kokohnya persatuan masyarakat, serta kepedulian dalam menjaga alam demi generasi yang akan datang.

“Akhirnya, marilah kita jadikan Idulfitri ini bukan sekadar kemenangan spiritual, tetapi juga kemenangan sosial dengan memperkuat persaudaraan, menumbuhkan empati, serta bersama-sama melangkah mewujudkan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ucap Wabup.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak agar seluruh masyarakat menjadikan hari raya idul fitri sebagai momentum untuk merefleksikan diri untuk terus berbuat kebaikan kepada sesama sebagai bekal untuk mendukung program pembangunan yang dicanangkan pemerintah.