Sangatta News – Ketahanan ekonomi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang ditopang oleh sektor perkebunan kelapa sawit bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil konsistensi perencanaan pembangunan jangka panjang. Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa penataan sektor agroindustri—khususnya kelapa sawit—telah dirancang secara sistematis sebagai grand design ekonomi daerah sejak Kutim resmi berdiri pada tahun 1999.

Kebijakan itu, lanjut Bupati Ardiansyah, menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga menjadikan Kutim sebagai salah satu sentra sawit terbesar di Kalimantan Timur (Kaltim). Ia menjelaskan bahwa sejak Kutai Timur berdiri pada tahun 1999, pembangunan sudah diarahkan pada sektor agroindustri sebagai prioritas utama.

“Kemudian pada tahun 2001, pemerintah daerah bersama DPRD menetapkan perkebunan sebagai grand design pembangunan Kutai Timur,” jelasnya disela kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kapasitas Nelayan Kecil di Pelangi Room Hotel Royal Victoria Sangatta, Rabu (05/08/2026).

Menurut Bupati Ardiansyah kebijakan tersebut kini menunjukkan hasil yang nyata. Perkebunan kelapa sawit berkembang pesat dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama daerah. Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan sektor sawit menjadi bukti pentingnya konsistensi pemerintah dalam menjalankan perencanaan pembangunan jangka panjang. Dengan berpegang pada grand design yang telah disusun sejak awal, berbagai potensi daerah dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ini membuktikan bahwa arah pembangunan yang dirancang sejak awal mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah sektor potensial yang perlu terus didorong agar mampu berkembang seiring keberhasilan sektor perkebunan. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, lanjutnya, akan terus berupaya menjaga keseimbangan pembangunan sehingga seluruh potensi daerah dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui komitmen tersebut, Bupati Ardiansyah berharap Kutai Timur tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil sawit terbesar di Kalimantan Timur, tetapi juga mampu memperkuat sektor-sektor unggulan lainnya sebagai penopang ekonomi daerah di masa mendatang.