Sangatta News — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berkomitmen memperkokoh rasa cinta tanah air dan nilai-nilai kebangsaan hingga ke tingkat akar rumput. Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, merancang langkah strategis dengan mendorong perluasan jangkauan kader Bela Negara hingga merambah seluruh wilayah kecamatan di Kutai Timur.

Instruksi ini ditegaskan Wabup Mahyunadi seusai memimpin audiensi bersama jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kaltim dan DPK Kutim Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) di Ruang Arau Sekretariat Daerah, Bukit Pelangi, Sangatta, Senin (21/9/2026).

Wabup Mahyunadi menekankan bahwa penguatan wawasan kebangsaan tidak boleh berhenti pada tataran teori di ruang pelatihan. Melalui Pelatihan Kader Bela Negara (PKBN), ia ingin mencetak agen-agen perubahan yang siap mengedukasi publik secara intensif.

“Kader-kader ini harus diperbanyak dan turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang cara bernegara yang baik serta menumbuhkan rasa cinta tanah air,” tegas Mahyunadi.

Menurutnya, para alumnus PKBN bakal memegang peran vital sebagai pilar penggerak di lingkungan masing-masing untuk menanamkan disiplin, semangat kebangsaan, serta kepedulian terhadap kemajuan daerah dan negara.

Melanjutkan keberhasilan program sebelumnya yang sukses menggembleng 300 peserta—terdiri atas 50 PNS, 50 P3K, dan 200 perwakilan elemen masyarakat sipil—Pemkab Kutim kini menargetkan partisipasi yang jauh lebih merata di seluruh pelosok Kutim.

“Kami berharap, minimal ada sepuluh kecamatan yang mengirimkan masing-masing lima perwakilan, atau lebih baik lagi jika seluruh kecamatan bisa ikut serta,” imbau Wabup Mahyunadi.

Langkah agresif Pemkab Kutim ini mendapat apresiasi tinggi dari organisasi pembina. Ketua DPD GBN-MI Kaltim, Rustam AMD, menggarisbawahi bahwa Kutai Timur bukanlah pemain baru dalam peta pembinaan wawasan kebangsaan.

Menurut Rustam, Kutai Timur memiliki catatan sejarah emas sebagai pelopor dan titik awal (ground zero) lahirnya gerakan pelatihan bela negara di Provinsi Kalimantan Timur. Dengan dorongan ekspansi hingga ke tingkat kecamatan ini, Kutim dinilai terus konsisten menjaga fondasi pertahanan non-fisik dan nasionalisme masyarakatnya di Benua Etam.