Sangatta News — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bergerak cepat merespons kembali amblesnya Jembatan Sepaso yang menjadi urat nadi mobilitas warga dan arus distribusi logistik masyarakat setempat. Guna memastikan roda perekonomian tak lumpuh, Pemkab Kutim langsung menyusun skenario ganda: pembukaan jalur alternatif darurat dan penanganan struktur secara permanen, Rabu (30/9/2026).

Jembatan yang sempat ditambal menggunakan pelat besi darurat tersebut kembali ambruk akibat tingginya tonase dan intensitas kendaraan yang melintas saban hari. Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setkab Kutim, Noviari Noor, memaparkan bahwa perbaikan darurat sebelumnya tak sanggup menahan beban kendaraan yang melebihi kapasitas lintasan.

“Penanganan awal sebenarnya sudah kita berikan dengan memasang pelat darurat di lokasi. Namun, jembatan tersebut kembali ambles karena tingginya beban kendaraan yang melintas. Saat ini UPT Dinas PU dan tim teknis balai sudah turun ke lapangan untuk penanganan awal,” ujar Noviari saat ditemui awak media.

Proses pemulihan fisik di titik kerusakan menghadapi tantangan topografi yang cukup rumit. Kepadatan permukiman warga di sisi kiri dan kanan bahu jalan menyempitkan ruang gerak alat berat, sehingga penanganan teknis membutuhkan presisi dan kehati-hatian ekstra.

Mengatasi kendala teknis tersebut, Pemkab Kutim menggandeng Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) bersama UPT Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengeksekusi perbaikan menyeluruh secara terpadu.

Sembari menunggu realisasi konstruksi permanen, fokus utama Pemkab Kutim saat ini adalah merekayasa alur transportasi harian agar aktivitas masyarakat tidak terputus.

“Kita segera berkoordinasi intensif dengan pihak balai untuk penanganan secara menyeluruh dan permanen. Solusi paling krusial jangka pendek ini adalah menyiapkan jalan alternatif terlebih dahulu agar arus transportasi dan pasokan bahan pokok masyarakat tetap berjalan lancar tanpa terhambat,” tambah Noviari Noor.