Sangatta News – Upaya meningkatkan mutu dan keamanan pangan di pasar tradisional mulai menjadi perhatian serius Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada tahun 2025. Pemerintah daerah menargetkan hadirnya standar baru bagi pedagang ikan lewat dukungan sarana pendukung yang lebih higienis dan modern.

Kepala Dinas Perikanan Kutim, Yuliansyah, menyebut pedagang pasar ikan merupakan penghubung penting antara nelayan dan konsumen. Namun, banyak yang masih beroperasi dengan fasilitas minim sehingga kualitas ikan sulit terjaga sepanjang hari. “Sebagian pedagang belum memiliki peralatan yang memadai untuk menjaga kesegaran dan keamanan pangan,” ujarnya.

Melalui program Bidang Pengolahan (P4), Dinas Perikanan kini menyiapkan paket bantuan berupa timbangan digital, cold box, sepatu kerja, celemek, hingga perangkat kebersihan. Bantuan ini dirancang sebagai langkah awal penataan standar mutu perdagangan ikan di pasar rakyat.

Cold box menjadi salah satu sarana utama yang diberikan, mengingat selama ini banyak pedagang masih mengandalkan es curah yang mudah mencair. Dengan alat tersebut, suhu penyimpanan dapat lebih stabil sehingga kualitas ikan bisa dipertahankan lebih lama. “Cold box membantu pedagang menyediakan produk yang lebih segar dan higienis bagi pembeli,” jelas Yuliansyah.

Selain itu, penggunaan timbangan digital juga akan menjadi bagian dari standardisasi perdagangan. Tidak hanya lebih akurat, alat ini dinilai dapat mengurangi potensi kecurangan dan memperkuat kepercayaan antara pedagang dan konsumen. “Ini mendorong transparansi dan profesionalitas transaksi di pasar ikan,” tegasnya.

Dinas Perikanan berharap, melalui langkah bertahap ini, pasar ikan di Kutim dapat memberikan pelayanan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kualitas produk yang beredar di masyarakat. (Adv)