Sangatta News — Isu perubahan warna dan kualitas air di Sungai Sangatta belakangan ini mendapat perhatian serius dari Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam Kutim). Mengantisipasi intrusi air laut serta menjaga pasokan air bersih bagi ribuan pelanggan, tim teknis laboratorium hingga jajaran direksi dipasang dalam mode siaga penuh.

Pemantauan intensif di titik vital Intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo ditingkatkan menjadi agenda harian—terutama saat kondisi pasang surut air sungai memuncak.

Pemeriksaan maraton ini telah berlangsung sejak akhir Agustus lalu. Asisten Manajer Laboratorium Perumdam Kutim, Endah Budi Lestari, membeberkan bahwa pengujian mencakup lima parameter utama: kadar klorida, salinitas (keasinan), TDS (Total Dissolved Solids), EC (daya hantar listrik), hingga tingkat keasaman (pH).

Pemeriksaan terbaru pada 23 September 2026 menunjukkan grafik yang relatif aman dari ancaman intrusi air asin muara. Pengujian laboratorium mengukur 5 parameter utama: Klorida, Salinitas, TDS, EC, dan pH. Hasilnya menunjukkan pasokan air baku dalam kondisi sangat aman:

  • Jembatan Kampung Kajang (Titik terdekat muara): 148,2 mg/L
  • Area Prodesa Kabo (Titik perantara): 8,3 mg/L
  • Intake IPA Kabo (Sumber air bersih utama): 4,9 mg/L (Sangat Aman)

Endah juga meluruskan persepsi publik mengenai perubahan warna air sungai yang belakangan terlihat kehijauan. “Warna hijau pada air sungai lebih sering disebabkan oleh munculnya organisme alami seperti alga atau bahan organik, bukan karena kenaikan ion garam atau intrusi air laut,” terang Endah.

Meski air di Intake Kabo berada di level sangat aman (4,9 mg/L), Endah mengimbau warga di kawasan muara untuk tidak mengonsumsi air sungai secara langsung tanpa pengolahan standar.

Keseriusan Perumdam Kutim menjaga mutu air tak sekadar di atas kertas laboratorium. Direktur Utama Perumdam Kutim, Suparjan, rutin menginspeksi lapangan secara mandiri saban pagi dan sore hari.

Pada Jumat (18/9/2026), Suparjan menyusuri alur air baku di IPA Kabo, lalu berlanjut melintas hingga ke pemukiman warga di Jalan Ahmad Yani (poros Sangatta–Bontang) untuk mengecek langsung kualitas air yang keluar dari keran rumah pelanggan.

Langkah taktis ini diambil guna memastikan bahwa kejernihan dan kelayakan air tidak hanya terjaga di pusat pengolahan, tetapi benar-benar sampai dengan sempurna di meja makan masyarakat Kutai Timur.

“Pemantauan air baku ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan. Ini adalah komitmen Perumdam Kutim untuk memberikan rasa aman dan menjamin kualitas pelayanan bagi seluruh pelanggan,” tegas tim Perumdam.