Sangatta News — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan perilaku remaja, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur menegaskan pentingnya menyediakan lebih banyak ruang aktivitas positif sebagai strategi utama mencegah penyimpangan sosial di kalangan pemuda.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan bahwa pemerintah daerah harus hadir memberikan alternatif kegiatan yang sehat, menarik, dan relevan dengan minat generasi muda saat ini. “Salah satu langkah pencegahan paling efektif adalah memastikan anak-anak kita memiliki kesibukan yang bermanfaat,” ungkap Basuki saat ditemui di Hotel Royal Viktoria.
Menurutnya, ketika remaja terlibat dalam aktivitas yang terarah baik olahraga, seni, maupun kegiatan digital seperti E-sport maka potensi mereka terjebak dalam perilaku berisiko akan jauh lebih rendah. “Kalau mereka sibuk dengan hal yang positif, mereka tidak punya waktu untuk narkoba, judi online, atau aktivitas lain yang merugikan,” tegasnya.
Basuki menjelaskan, minat besar remaja terhadap game online saat ini justru dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan. Pemerintah daerah pun mulai mengembangkan ekosistem E-sport sebagai wadah penyaluran bakat dan minat digital generasi muda. “Banyak anak-anak kita yang gemar bermain game. Dengan E-sport, energi itu bisa diarahkan ke kegiatan yang membangun dan kompetitif,” jelasnya.
Meski demikian, Dispora Kutim tidak hanya berfokus pada E-sport. Berbagai kegiatan olahraga tradisional dan kegiatan kepemudaan di kecamatan-kecamatan juga terus didorong, mulai dari sepak bola, bola voli, hingga aktivitas seni dan kreativitas.
Bsuki menegaskan bahwa pemerataan pembinaan pemuda harus dilakukan hingga ke wilayah pedalaman, bukan hanya fokus di perkotaan. “Pembinaan generasi muda ini bukan sekadar tanggung jawab, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan Kutai Timur,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan