Sangatta News – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) melaksanakan sosialisasi peningkatan kualitas keluarga dengan tema “Cara Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Laporan Keuangan Sederhana”. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Damar Lantai II Gedung Serba Guna (GSG), Selasa (16/9/2025).
Wakil Ketua III DWP Kutim, Aji Farmila Rachmi Zubair, mewakili Ketua DWP Kutim, Lisnawarty Rizal Hadi, yang berhalangan hadir mengajak peserta mengikuti kegiatan dengan serius. Sementara Ketua Panitia, Aweq Ampung Ayub, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian program kerja DWP Kutim tahun 2025.
Tujuan pelatihan, kata Aweq, adalah untuk meningkatkan pengetahuan anggota, khususnya bagi yang memiliki usaha, agar dapat dikelola dengan tepat sehingga tidak menimbulkan kerugian. “Kegiatan ini merupakan lanjutan dari agenda sebelumnya dan diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari anggota DWP perangkat daerah se-Kutim,” ujarnya.
“Pelatihan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membawa manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dalam mengelola usaha kecil, koperasi, maupun kegiatan ekonomi produktif lainnya di lingkungan DWP,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DPPPA Kutim yang diwakili Dina Frihandini turut menyampaikan pentingnya keterampilan pengelolaan keuangan, baik dalam usaha maupun rumah tangga, khususnya bagi perempuan anggota DWP. “Peran ibu rumah tangga kini tidak terbatas hanya mengurus keluarga, tetapi banyak juga yang menjadi pahlawan ekonomi dengan memulai usaha,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang menghadirkan narasumber Mega Rindawati dari TDA Kutai Timur, Dina juga membagikan pengalamannya merintis usaha melalui sistem kredit dengan modal dari orang tua. Awalnya berjalan lancar, namun pada bulan-bulan berikutnya menghadapi kendala dalam penagihan hingga akhirnya usahanya berhenti. Dari pengalaman itu, ia menegaskan pentingnya pengetahuan dalam mengelola keuangan.
“Semangat berwirausaha harus diimbangi dengan kemampuan mengatur keuangan dengan baik. Sering kali penghasilan cukup besar, tetapi habis entah ke mana. Dengan pengelolaan yang cermat dan bijak, kita bisa memastikan usaha memberi manfaat nyata bagi keluarga,” tambahnya.


Tinggalkan Balasan