Sangatta News — Suasana khidmat menyelimuti halaman Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Bukit Pelangi, Sangatta, pada Senin (17/08/2026). Ribuan pasang mata menyaksikan Upacara Detik-Detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Didampingi Wakil Bupati Mahyunadi dan Ketua DPRD Kutim Jimmi, peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi panggung penegasan komitmen pemerintah daerah untuk terus memacu akselerasi pembangunan di Tanah Tuah Bumi Etam.

Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala perangkat daerah, unsur TNI-Polri, ASN, mahasiswa, pelajar, hingga ratusan elemen masyarakat yang memadati area Bukit Pelangi. Jalannya upacara juga dipancarkan secara langsung melalui kanal digital Diskominfo Staper Kutim.

Kepemimpinan lapangan upacara dipercayakan kepada Kapten (P) Syarifuddin Slamet Pujiono. Perwira lulusan Diktukpa 2018 yang kini menjabat Komandan Pos TNI Angkatan Laut (Danposal) Tanjung Mangkalihat, Lanal Sangatta, tersebut memimpin barisan dengan presisi tinggi.

Puncak kekhidmatan terjadi saat 36 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kutai Timur memasuki lapangan. Dengan langkah tegap dan gerakan terukur, barisan muda-mudi terpilih ini sukses membentangkan dan menaikkan Sang Merah Putih hingga ke puncak tiang. Penghormatan serentak dari seluruh peserta diiringi lagu kebangsaan membuat suasana kian sakral.

Seusai prosesi pengibaran bendera, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa peringatan HUT RI bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum refleksi atas pengorbanan para pahlawan yang harus dijawab dengan aksi nyata oleh generasi penerus.

“Peringatan kemerdekaan ini adalah momentum untuk menyalakan kembali semangat perjuangan para pendahulu. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini harus diisi dengan kerja nyata, persatuan, dan kontribusi positif demi kemajuan daerah,” ujar Bupati Ardiansyah.

Ia menekankan bahwa tantangan di era modern bukan lagi mengangkat senjata, melainkan menjaga konsistensi pembangunan, meningkatkan kesejahteraan warga, serta menyiapkan SDM berkualitas di Kutai Timur.

Menutup pernyataannya, Ardiansyah mengajak seluruh lapisan masyarakat—mulai dari jajaran pemerintahan, pelaku usaha, hingga generasi muda—untuk menjadikan semangat kemerdekaan sebagai penggerak kolektif. Pembangunan daerah tidak boleh hanya dibebankan pada pundak pemerintah, melainkan menjadi gerakan bersama.

“Tidak ada kata berhenti untuk membangun. Semangat perjuangan para pahlawan harus terus kita warisi dan wujudkan melalui kerja nyata untuk bangsa dan daerah,” tegasnya.