Sangatta News – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah mematangkan strategi besar untuk merealisasikan salah satu dari 50 program unggulan Bupati Ardiansyah Sulaiman, yakni penyerapan 50 ribu tenaga kerja. Kunci utama keberhasilan target ambisius ini terletak pada satu hal yakni akurasi data.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnakertrans Kutim, Trisno, menegaskan bahwa tanpa basis data yang valid, kebijakan ketenagakerjaan tidak akan tepat sasaran. Oleh karena itu, pihaknya kini fokus melakukan inventarisasi dan penelitian mendalam terhadap angka angkatan kerja serta kebutuhan riil dunia usaha di Kutim.

“Fokus utama kami adalah memastikan penyerapan tenaga kerja ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kutai Timur. Kita harus punya data dulu; berapa angkatan kerja setiap tahunnya dan berapa potensi penyerapan yang ada,” ujar Trisno, Senin (12/1/2026).

Intervensi Pemerintah vs Penyerapan Alami

Trisno, yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekkab Kutim, memberikan catatan kritis terkait klaim penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, pemerintah tidak boleh sekadar “menumpang nama” pada pertumbuhan lapangan kerja yang terjadi secara alami.

Harus ada andil kebijakan pemerintah di dalamnya, seperti melalui pelatihan berbasis kompetensi menyelaraskan keahlian warga dengan kebutuhan industri, memastikan perusahaan prioritas merekrut warga lokal serta mendorong munculnya sektor strategis yang mampu menampung tenaga kerja baru secara masif.

“Pemerintah tidak bisa mengakui sesuatu yang sudah berjalan secara alami. Harus ada kontribusi kebijakan di dalamnya, sehingga penyerapan tenaga baru ini benar-benar bisa diklaim sebagai hasil kerja pemerintah,” tegas Trisno.

Sebagai langkah awal, Disnakertrans akan menggelar rapat koordinasi teknis guna memetakan potensi penyerapan dari badan usaha yang sudah eksis maupun rencana investasi baru. Data ini nantinya akan menjadi dasar proyeksi penyerapan tenaga kerja untuk beberapa tahun ke depan.

Optimisme Trisno didasari pada kekayaan sumber daya dan berkembangnya wilayah Kutai Timur. Dengan memperkuat link and match antara data pencari kerja dan kebutuhan perusahaan, Pemkab Kutim yakin target 50 ribu tenaga kerja bukan sekadar angka, melainkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.