Sangatta News — Momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) untuk mempererat tali silaturahmi antaretnis sekaligus memperkuat fondasi pendidikan karakter generasi muda.

Pada Minggu (13/9/2026), Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menghadiri dua agenda peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sangatta Utara. Dalam rangkaian safari keagamaan tersebut, Wabup menekankan dua pesan kunci: pentingnya persatuan warga perantauan dalam membingkai kerukunan daerah serta penguatan pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini.

Mengawali agenda pertamanya, Wabup Mahyunadi menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh paguyuban Kerukunan Masyarakat Bulukumba (KMB) Kutai Timur di Gang Santai RT 28, Sangatta Utara. Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kutim, Jimmi, serta jajaran tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Mahyunadi menguraikan bahwa di tengah dinamika kehidupan sosial kemasyarakatan, keahlian dan ketekunan saja tidak cukup. Prinsip saling membantu (ta’awun) dan keharmonisan antarsesama merupakan modal utama bagi warga perantau dalam menjalani kehidupan di tanah perantauan.

“Surah Al-Ma’idah ayat 2 menegaskan agar kita saling menolong dalam kebajikan dan ketakwaan, serta jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Ini memberikan pelajaran penting bagi kita sesama umat muslim agar terus menjaga ketakwaan melalui persatuan dan kesatuan,” ujar Mahyunadi di hadapan warga KMB.

Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga asal Kabupaten Bulukumba—daerah yang dikenal dengan tradisi pembuatan kapal Pinisi—atas kontribusi aktif mereka dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan kedamaian di Kutai Timur.

Sementara itu, Ketua DPD KMB Kutim, Fathurrahman, menjelaskan bahwa peringatan hari lahir Rasulullah SAW ini dimaknai sebagai sarana mempererat kebersamaan warga rantau. Ia mengingatkan kembali tiga pilar filosofi leluhur yang menjadi kunci adaptasi masyarakat Bulukumba di tanah Kutai Timur.

Usai bersilaturahmi dengan warga KMB, Wabup Mahyunadi melanjutkan agendanya menuju Rumah Qur’an dan Tahfizh Ridhotullah di Jalan APT Pranoto Gang Wulan Blok B RT 39, Sangatta Utara. Ratusan santri dan warga setempat menyambut hangat kehadiran orang nomor dua di Pemkab Kutim tersebut.

Mahyunadi menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wadah untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak mulia beliau. Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini memegang peranan krusial dalam membentuk moralitas generasi masa depan.

“Pendidikan Al-Qur’an tidak hanya membentuk kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga membangun pribadi yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertakwa. Hal ini sejalan dengan misi Pemkab Kutai Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak mulia, sehat, dan berprestasi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kelayakan fasilitas pendidikan keagamaan. Menurut Mahyunadi, fasilitas belajar Al-Qur’an idealnya tidak kalah nyaman dibandingkan dengan fasilitas pendidikan formal lainnya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur siap membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat dan pengelola lembaga pendidikan keagamaan swadaya guna meningkatkan sarana dan prasarana Rumah Qur’an di seluruh wilayah Kutim.

Rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Rumah Qur’an Ridhotullah tersebut ditutup dengan penyampaian tausiah keagamaan oleh Ustaz Andi Arafah, yang mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat nilai-nilai keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.