Sangatta News — Suasana Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Majelis Raudhatul Mujahidin, Kecamatan Sangatta Utara, berlangsung khidmat dan penuh kehangatan pada Selasa (8/9/2026) malam. Ribuan jamaah memadati area majelis untuk meresapi tausiah keagamaan sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Hadir di tengah-tengah masyarakat, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, mengajak seluruh jamaah untuk tidak sekadar menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai agenda seremonial tahunan. Ia menekankan pentingnya mentranslasikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW ke dalam aksi nyata, khususnya dalam membangun kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya di hadapan ribuan jamaah, Mahyunadi menggarisbawahi bahwa setiap rezeki yang diterima manusia merupakan bentuk titipan dari Allah SWT yang di dalamnya terdapat hak orang lain. Oleh karena itu, kesadaran untuk menyisihkan sebagian harta di jalan kebaikan menjadi cerminan dari iman dan rasa syukur.
“Kalau kita diberikan rezeki oleh Allah, jangan semuanya kita habiskan untuk diri sendiri. Sisihkan sebagian untuk jalan Allah. Insyaallah, apa yang kita keluarkan dengan ikhlas akan menjadi amal kebaikan,” pesan Mahyunadi di hadapan jamaah.
Ia menegaskan bahwa semangat berbagi tidak boleh terhalang oleh kondisi finansial. Pembiasaan berinfak atau membantu sesama dapat dimulai dari hal terkecil sesuai kemampuan masing-masing, baik untuk menyantuni warga yang membutuhkan maupun mendukung pemeliharaan sarana ibadah di lingkungan sekitar.
“Selain membantu orang lain, bisa juga membantu untuk tempat ibadah. Mudah-mudahan apa yang kita keluarkan dengan ikhlas tidak mengurangi rezeki kita, tetapi justru menjadi jalan datangnya keberkahan,” tambahnya mantap.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi ini makin bermakna dengan hadirnya Ustadz Ahmad Zaini dari Samarinda yang menyampaikan uraian hikmah seputar perjuangan dan keagungan akhlak Nabi Muhammad SAW.
Melalui momentum religius ini, Mahyunadi berharap kebersamaan antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat Kutai Timur dapat terus terjalin erat. Sikap saling merangkul dan membantu sesama dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan iklim daerah yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan.


Tinggalkan Balasan