Sangatta News — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bergerak masif menaikkan kelas Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF). Lembaga seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) kini ditargetkan tidak sekadar jadi alternatif darurat, melainkan pilihan utama masyarakat yang profesional dan berkualitas setara pendidikan formal.
Langkah strategis ini ditegaskan Kepala Disdikbud Kutim Mulyono melalui Kepala Bidang PAUD dan PNF, Heri Purwanto, saat menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Kelembagaan dan Manajemen SPNF di Sangatta, Jumat (28/8/2026).
Heri menekankan agar seluruh materi manajemen yang diserap selama dua hari bimtek langsung dieksekusi secara nyata di lapangan oleh para pengelola lembaga. “Di pendidikan nonformal itu kita tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan (skill). Ini yang harus terus kita suarakan dan kampanyekan agar SKB dan PKBM menjadi pilihan utama masyarakat, bukan lagi dipandang sebagai pilihan kedua,” tegas Heri.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Heri menekankan pentingnya kolaborasi seluruh stakeholder pendidikan. Menurutnya, penguatan SPNF membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk koordinator wilayah (Korwil) pendidikan di tingkat kecamatan.
Menurut Heri, penguatan kelembagaan dan manajemen menjadi bagian penting dalam mendorong SPNF agar mampu memberikan layanan pendidikan yang profesional dan berkualitas. Ia menjelaskan, Korwil memiliki peran strategis sebagai pembina pendidikan di kecamatan sekaligus perpanjangan tangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur.
Karena itu, koordinasi antara pengelola SKB dan PKBM dengan Korwil perlu terus diperkuat. “Jika ada hal-hal yang terkait dengan proses pengelolaan kelembagaan di tempat Bapak-Ibu, jangan lupa koordinasi ke koordinator wilayah,” pesannya.
Heri berharap kolaborasi yang terbangun antara Disdikbud, Korwil, SKB, PKBM dan seluruh stakeholder dapat menjadi kekuatan bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan nonformal di Kutai Timur.
“Semangat kita adalah untuk tetap berkolaborasi dan menuntaskan tugas-tugas kita. Semoga apa yang kita lakukan ini bisa membantu dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten tercinta ini,” tambahnya.


Tinggalkan Balasan