Sangatta News — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melayangkan pesan menohok kepada jajaran perbankan daerah. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi secara tegas mendorong Bankaltimtara untuk melepaskan cara pandang sempit yang hanya berorientasi pada pencarian laba semata, dan mulai secara agresif memperluas kran pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Pesan bernada peringatan sekaligus dorongan strategis tersebut disampaikan Mahyunadi saat menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) Cabang Kutai Timur di Sangatta, Rabu (14/10/2026).
“Kutim tidak bisa terus-menerus menggantungkan nasibnya pada sektor pertambangan yang suatu saat akan habis. Kita harus menyiapkan mesin ekonomi baru dari sekarang! Bankaltimtara wajib mengambil bagian dengan mempermudah akses modal bagi UMKM agar usaha masyarakat bisa naik kelas dan menciptakan lapangan kerja baru,” tegas Mahyunadi.
Langkah tegas Pemkab Kutim ini bukan tanpa alasan. Mahyunadi membeberkan bahwa Pemkab Kutim saat ini memiliki penyertaan modal signifikan mencapai sekitar Rp70 miliar di Bankaltimtara, yang menyumbangkan dividen daerah sekitar Rp4,6 miliar per tahun.
Tak berhenti di situ, Pemkab Kutim juga telah menyiagakan dana jaminan sebesar Rp10 miliar melalui Bank Kutim untuk memangkas hambatan birokrasi dan agunan yang selama ini kerap mencekik para pelaku usaha kecil saat mengajukan pinjaman modal.
“Bank bisa bertahan hidup karena adanya kepercayaan (trust) dari masyarakat dan pemerintah. Jika kepercayaan itu hilang, bank bisa hancur. Kepercayaan ini harus dibuktikan melalui pelayanan yang bertanggung jawab serta dukungan nyata bagi penguatan ekonomi rakyat,” tambahnya.
Mahyunadi juga mengingatkan bahwa pilar ekonomi Kutim ke depan harus mampu menyerap potensi investasi megaproyek. Salah satu yang disorot adalah rencana pengembangan Kawasan Industri Bengalon yang diproyeksikan menyedot investasi fantastis hingga Rp41 triliun.
Menurutnya, bank daerah harus hadir menyuntikkan permodalan agar UMKM dan pengusaha lokal Kutim memiliki kapasitas untuk terlibat langsung sebagai rantai pasok (supply chain) penyedia barang dan jasa—bukan sekadar jadi penonton di rumah sendiri.
Menjawab dorongan tersebut, Pimpinan Bankaltimtara Cabang Kutai Timur, Mardiansyah, menegaskan bahwa momentum usia ke-61 tahun ini menjadi titik krusial bagi Bankaltimtara untuk terus bertransformasi.
Ia menjelaskan, saat ini jaringan layanan Bankaltimtara telah berhasil menjangkau seluruh kecamatan di Kalimantan Timur. Selain konsisten menjalankan tanggung jawab sosial (CSR) seperti pengobatan gratis, perbankan milik daerah ini terus merambah inovasi layanan digital agar transaksi nasabah semakin cepat dan fleksibel.
Perayaan HUT ke-61 Bankaltimtara tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kutim Jimmi, Ketua Pengadilan Negeri Sangatta Christina Manullang, serta Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim Noviari Noor.


Tinggalkan Balasan