Sangatta News – Duta muda Kabupaten Kutai Timur (Kutim) siap mengukir prestasi di tingkat regional. Sebanyak empat pelajar terpilih resmi dilepas untuk mewakili daerah dalam ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Keempat pelajar tersebut merupakan putra-putri terbaik hasil seleksi ketat daerah, yakni Dega Borneo Wahyu Saputra, Zahra Sekar Lanitan, Muhammad Daffa Al Shafwan, dan Muhammad Ar Rifqi, yang berasal dari SMA Negeri 1 Sangatta Utara serta SMAN pilihan di Kutim.

Dalam ajang yang berlangsung selama dua hari tersebut, kontingen Kutim akan bersaing ketat dengan utusan dari delapan kabupaten/kota se-Kalimantan Timur untuk memaparkan gagasan, inovasi, serta komitmen mereka terhadap budaya tertib berlalu lintas.

Prosesi pelepasan yang berlangsung hangat tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Poniso Suryo Renggono, didampingi Sekretaris Dishub Masrianto Suriansyah, Kabid Pengembangan dan Keselamatan Mega Pujianti, serta jajaran pejabat Dishub Kutim.

Dalam arahannya, Poniso menekankan bahwa kompetisi ini bukan sekadar mengejar piala, melainkan membawa amanah dan nama baik daerah di pundak generasi muda.

“Jaga kesehatan, siapkan mental dan fisik. Fokus dan optimalkan seluruh potensi yang ada. Bakat saja tidak cukup tanpa persiapan matang, kerja keras, dan tekad pantang menyerah,” tegas Poniso memberi motivasi.

Lebih lanjut, Poniso menitipkan pesan khusus yang menyentuh sisi spiritual dan emosional para peserta sebelum melangkah ke arena kompetisi. Ia mengingatkan, usaha keras harus diimbangi dengan doa. “Sebelum berangkat, minta doa dan restu dari orang tua. Itu kunci utama kelancaran dan keberhasilan kalian,” katanya.

Ia juga mengingatkan, para siswa ini bukan sekadar pengguna jalan, melainkan pionir yang memikul tanggung jawab moral untuk menularkan budaya tertib lalu lintas di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Keikutsertaan kontingen Kutim di tingkat provinsi ini diharapkan menjadi pemicu kesadaran kolektif di kalangan remaja akan pentingnya keselamatan di jalan raya. Melalui pemikiran kreatif dan aksi nyata dari keempat pelajar ini, Kutai Timur optimistis mampu membawa pulang hasil terbaik sekaligus mencetak agen perubahan (agent of change) lalu lintas yang berdampak luas.