Sangatta News – Lapangan Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, bergemuruh dalam sorakan riuh. Pagi yang cerah pada Rabu (10/12/2025) itu menjadi saksi dimulainya Pekan Olahraga Desa (Pordes) 2025. Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim), Mahyunadi, secara resmi membuka helatan tahunan tersebut, menandai bangkitnya denyut kebersamaan dan sportivitas di desa perbukitan ini.
Pembukaan Pordes, yang mempertandingkan lima cabang olahraga (Futsal, Bulutangkis, Catur, Bola Voli, dan Tenis Meja), ditandai dengan tendangan bola futsal perdana oleh Wabup Mahyunadi. Sejak matahari terbit, warga—mulai dari anak-anak yang berlarian membawa bendera hingga para tetua—memadati arena, mengubah lokasi tersebut menjadi sebuah perayaan sederhana nan meriah.
Dalam sambutannya, Mahyunadi menyatakan kebanggaannya terhadap kontribusi atlet muda dari desa-desa. Ia menegaskan bahwa ajang Pordes ini adalah “sarana pencarian bakat” yang krusial untuk prestasi daerah.
“Perjalanan kita menunjukkan arah yang baik. Atlet-atlet asli Kutim baru saja meraih 12 medali di ajang Popda Kaltim XVII. Kegiatan olahraga seperti ini adalah ladang yang bisa melahirkan prestasi membanggakan bagi daerah kita,” ujarnya.
Wabup juga menyoroti kebutuhan desa untuk berkembang lebih jauh, tidak hanya dari sisi pembinaan atlet (termasuk rencana mendatangkan pelatih andal), tetapi juga dari sisi infrastruktur pendukung olahraga. Harapan ini langsung disambut oleh suara dari lapangan.
“Lapangan ini sering jadi tempat kami berlatih. Kalau suatu saat bisa ditambah rumput sintetis, pasti mainnya lebih nyaman dan peluang tampil maksimal juga lebih besar,” ungkap Rizky (17), atlet muda dari Mawai Indah, yang bertanding di sela hiruk-pikuk laga futsal pembuka.
Janji Perbaikan Akses: Jalur Rusak Menuju Harapan
Di tengah semangat olahraga yang membara, Wabup Mahyunadi tak luput menyoroti isu mendesak yang menjadi keluhan utama warga: infrastruktur jalan. “Saya mengajak pemerintah kecamatan, desa, dan perusahaan untuk bersama memperbaiki ruas jalan yang mulai sempit karena banyak ranting pohon. Beberapa titik rusak parah, terutama jalur Desa Beno Harapan ke Batu Timbau,” tegasnya.
Mahyunadi menjanjikan upaya perbaikan akan dilakukan secara bertahap, menjadikannya kabar gembira yang sama pentingnya dengan dimulainya kompetisi.
Camat Batu Ampar, Suriansyah, dan Kepala Desa Batu Timbau, Mochammad Djais, memberikan apresiasi atas dedikasi panitia yang telah berhasil menggelar acara ini. “Kami ingin kegiatan ini melahirkan bibit atlet yang kelak mengharumkan nama Batu Timbau dan Kutim,” kata Kades Djais.
Pordes Batu Timbau tahun ini terbukti lebih dari sekadar kompetisi. Ia menjelma menjadi ruang perjumpaan, wadah tumbuhnya optimisme, serta penegas bahwa dari lapangan sederhana di pelosok Kutim, prestasi dan harapan masa depan dapat lahir dan tumbuh subur.


Tinggalkan Balasan