Sangatta News – Gedung Olahraga (GOR) Kudungga Sangatta berubah menjadi lautan warna-warni dan gelak tawa, Rabu (29/7/2026). Sebanyak 3.550 anak usia dini dari berbagai Taman Kanak-Kanak (TK), Kelompok Bermain, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tumpah ruah memadati Hall Indoor untuk merayakan puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026.
Kemeriahan hajatan akbar yang diinisiasi oleh Organisasi Mitra (Ormit) PAUD Kutim ini sudah terasa sejak pagi pendar. Area sekitar GOR Kudungga tampak dipadati deretan bus sekolah, kendaraan pribadi, hingga langkah-langkah kaki mungil yang riang menggandeng tangan orang tua mereka.
Perayaan tahun ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim Mulyono, serta perwakilan manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang turut menyokong tumbuh kembang anak di bumi Tuah Bumi Untung Benua.
Panggung Keberanian dan Senyum Orang Tua
Di tengah riuhnya riang tawa dan tepuk tangan, raut kebahagiaan tak bisa disembunyikan dari wajah para orang tua yang setia mendampingi sang buah hati. Ani, salah seorang ibu dari siswa TK Al Furqon, mengaku terkesimanya melihat atmosfer panggung HAN tahun ini. Bagi Ani, momen berkumpul seperti ini jauh lebih bermakna daripada sekadar kegiatan seremoni.
“Senang sekali bisa melihat anak-anak berkumpul dan bergembira bersama ribuan teman sebayanya. Acara seperti ini sangat efektif melatih keberanian dan rasa percaya diri mereka sejak dini di luar ruang kelas,” ujar Ani dengan wajah berseri-seri.
Senada dengan Ani, Syaidah, orang tua murid asal TK Al Ikhlas, menilai perayaan HAN menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk terus menyediakan ruang tumbuh yang aman, ramah, dan memerdekakan anak.
“Anak-anak terlihat sangat antusias. Harapan kami, perhatian pemerintah dan seluruh stakeholder terhadap pendidikan anak usia dini di Kutim bisa terus ditingkatkan ke depannya,” tuturnya.
Peringatan HAN ke-42 ini tak sekadar menjadi ajang hiburan dan pentas seni, melainkan panggung penegasan komitmen Pemkab Kutim terhadap masa depan generasi penerus.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, membeberkan kabar gembira mengenai pemerataan akses pendidikan anak usia dini di Kutim. Menurutnya, perluasan pendaftaran dan pendirian PAUD kini menunjukkan capaian yang sangat mengencangkan napas optimisme.
Saat ini, dari seluruh peta wilayah Kutim, sebanyak 139 desa dan 2 kelurahan telah memiliki lembaga PAUD mandiri. “Kami tidak berhenti pada angka pemerataan semata. Pembinaan secara intensif terus dilakukan agar layanan PAUD di Kutim tidak hanya kuat secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dalam membentuk fondasi karakter dan akhlak dasar anak-anak kita,” tegas Mulyono.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, organisasi mitra, dunia usaha, hingga peran aktif orang tua, Peringatan HAN ke-42 di Kutai Timur menegaskan satu pesan penting: Menyiapkan Generasi Emas Kutim yang cerdas, ceria, dan berakhlak mulia dimulai dari senyum dan perlindungan anak-anak hari ini.


Tinggalkan Balasan