Sangatta News — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) resmi menghentikan era ego-sektoral aplikasi digital. Guna menghadirkan pelayanan publik yang serba praktis dan terintegrasi, Pemkab Kutim meluncurkan inovasi aplikasi super (super-app) bernama Terpadu Digital Kutai Timur sekaligus melatih ratusan aparatur desa dan kecamatan untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Peresmian inovasi ini ditandai dengan pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Website dan Pemanfaatan AI Gelombang II di Sangatta, Rabu (2/9/2026). Agenda strategis yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi.

Wakil Bupati Mahyunadi menegaskan bahwa digitalisasi pemerintahan bukan sekadar tren teknologi, melainkan kewajiban mutlak untuk menyelaraskan diri dengan 50 Program Unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim demi dampak nyata yang dirasakan warga.

“Pemanfaatan teknologi ini menjadi kewajiban kita sebagai pemerintah. Kita harus adaptif demi pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, dan efektif. Namun ingat, teknologi harus makin mendekatkan pelayanan—jangan sampai warga yang masih butuh layanan offline/langsung justru terhambat karena kita terlalu fokus pada sistem digital,” tegas Mahyunadi di hadapan para peserta Bimtek.

Selama ini, menjamurnya berbagai aplikasi dan website buatan masing-masing Perangkat Daerah (PD) kerap membuat masyarakat bingung. Menjawab persoalan tersebut, kehadiran Terpadu Digital Kutai Timur diproyeksikan menjadi jalan keluar tunggal agar masyarakat tak perlu mengunduh puluhan aplikasi berbeda.

Widyaiswara Ahli Madya Puslatbang KDOD LAN RI, Fajar Ishwahyudi, yang hadir sebagai narasumber utama, menyebut langkah Kutim menyatukan ekosistem digital dalam satu platform adalah terobosan tepat.

“Teknologi itu tujuannya mendekatkan layanan. Tapi kalau tiap OPD bikin platform sendiri-sendiri dan tidak terintegrasi, masyarakat malah makin jauh karena harus buka banyak aplikasi. Terpadu Digital Kutim ini jawaban cerdas untuk menghimpun seluruh layanan dalam satu pintu,” papar Fajar.

Fitur & Layanan Utama Cakupan Integrasi & Manfaat Publik
Integrasi Layanan OPD Layanan administrasi dari Disdukcapil, Disbun, DPUPR, Diskop, hingga Administrasi Kecamatan.
Fasilitas Publik Gratis Pantauan CCTV 24 Jam wilayah Kutim & fitur konversi format dokumen gratis.
LMS (Learning Management System) Platform pelatihan digital interaktif berakses bebas untuk ASN dan warga umum, lengkap dengan pendampingan tutor.
Aksesibilitas Sudah dapat diunduh secara bebas di Google Playstore (Android).

Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, menjelaskan bahwa super-app ini dirancang agar warga Kutim dapat mengurus berbagai kebutuhan birokrasi hanya melalui ponsel genggam. “Semua layanan kini ada dalam satu genggaman. Masyarakat tinggal buka Terpadu Digital Kutai Timur, praktis, hemat waktu, dan efisien,” tutur Ronny.

Transformasi digital di Kutai Timur tidak hanya menyasar sistem di tingkat kabupaten, tetapi juga menyasar akar rumput di tingkat desa. Pada gelombang kedua Bimtek ini, Diskominfo Staper melatih 66 operator desa dan kecamatan. Angka ini melengkapi 72 operator yang telah dilatih pada gelombang pertama.

Pelatihan ini membekali para operator desa agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat pengolahan data, penyusunan materi komunikasi publik, serta pengelolaan website resmi desa agar lebih informatif dan responsif.

Wabup Mahyunadi kembali mengingatkan bahwa kecanggihan sistem Terpadu Digital maupun adopsi AI tidak akan berjalan optimal tanpa kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berintegritas.

“Teknologi itu penting, tapi SDM-nya harus siap. Aparatur desa hingga kabupaten harus punya kapasitas, mampu mengikuti perkembangan zaman, dan paham cara menggunakan teknologi ini untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kutai Timur,” tutup Mahyunadi.