Sangatta News — Fondasi pendidikan di Kabupaten Kutai Timur tengah disiapkan secara masif. Menyongsong pemberlakuan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim bergerak cepat memperkuat tata kelola serta standarisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF).

Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui agenda Penguatan Tata Kelola dan Standarisasi Satuan PAUD PNF yang dibuka resmi di Sangatta, Kamis (3/9/2026). Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa satuan PAUD dan PNF tidak bisa lagi dikelola secara asal-asalan. Akuntabilitas, transparansi, serta pemenuhan Standar Nasional Pendidikan menjadi syarat mutlak agar anak-anak Kutim mendapatkan pijakan awal pendidikan yang mantap.

“Pendidik bukan sekadar profesi untuk mencari nafkah, melainkan bentuk pengabdian dan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi Kutai Timur. Menuntut ilmu itu tidak ada batasnya. Mari kita tingkatkan kapasitas diri agar bisa menjadi contoh nyata bagi anak-anak kita,” tegasa Mulyono di hadapan para peserta.

Guna mendukung peningkatan kualifikasi para pendidik, Mulyono juga mendorong para guru PAUD dan PNF untuk gigih melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pemkab Kutim, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai alokasi bantuan pendidikan yang bisa diakses secara luas.

“Sampaikan kepada keluarga, rekan, dan masyarakat sekitar bahwa pemerintah daerah memiliki beragam program beasiswa. Manfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM kita agar semakin berdaya saing,” imbuhnya.

Kehadiran berbagai program ini, sambung Mulyono menjadi bukti komitmen daerah dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang handal, berdaya saing dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kompetensi tenaga pendidik, serta pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat di Kutai Timur.

Sementara itu, Kepala Seksi kelembagaan Sapras Bidang PAUD dan PNF Disdikbud Kutim Awang Helmi mentgatakan, kegiatan yang akan berlangsung selama 4 hari ini, diikuti sebanyak 98 peserta.Terdiri atas koordinator pendidik, pengawas PAUD dan PNF, kepala TK Negeri, kepala lembaga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengelola PAUD dan PNF mengenai tata kelola satuan pendidikan yang baik. Selain itu, peserta didorong untuk memenuhi delapan Standar Nasional Pendidikan PAUD, memperkuat standardisasi lembaga, serta melakukan pembenahan pengelolaan Dapodik dan akreditasi,” ungkapnya.