Sangatta News — Kebanggaan luar biasa menyelimuti warga Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Salah satu putri terbaiknya, Nur Aidillah Fitriah, sukses mengukir sejarah manis dengan menyabet gelar Juara I Nasional cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) kategori Putri pada ajang MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

Prestasi bergengsi ini makin sempurna berkat capaian wakil Kaltim kategori Putra, Hakim Maulana asal Kabupaten Paser, yang turut mengamankan gelar Juara I Nasional. Keberhasilan dua Duta Qur’ani ini terasa sangat istimewa karena diraih tepat pada momen penampilan perdana (debut) mereka di panggung MTQ tingkat nasional.

Setibanya di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan pada Minggu (20/9/2026), Aidillah—srikandi muda kebanggaan Kutim—tak dapat menyembunyikan rasa haru dan bahagianya. Ia mengaku tidak menyangka mampu langsung mempersembahkan medali emas di tingkat nasional.

“Jujur tidak nyangka, rasanya masih seperti mimpi. Alhamdulillah, karena pemerintah kita memfasilitasi begitu bagusnya dan pelatih-pelatihnya luar biasa, jadi kami merasa sangat beruntung,” ungkap Nur Aidillah.

Kunci sukses wakil Kutai Timur ini tidak lepas dari disiplin dan konsistensi selama masa persiapan. Sebelum bertolak ke Semarang, Aidillah bersama tim Kaltim harus melewati kawah candradimuka melalui training center ketat yang berlangsung hampir satu tahun. Latihan intensif dilakukan secara konsisten selama kurang lebih 10 bulan. Peningkatan kapasitas peserta didampingi langsung oleh para mentor dan ahli KTIQ tingkat nasional.

Senada dengan Aidillah, Hakim Maulana (utusan Kabupaten Paser) mengapresiasi totalitas Pemprov Kaltim dalam mendampingi seluruh kebutuhan peserta. Menurutnya, masa karantina tidak hanya membentuk kemampuan teknis penulisan ilmiah, tetapi juga menggembleng mental bertanding melalui interaksi dengan para senior berpengalaman.

“Dari MTQ ini kita bisa banyak belajar, apalagi Pemprov Kaltim sangat men-support kami. Pemerintah memberikan pelatihan, bekal, dan menghadirkan para senior luar biasa. InsyaAllah kalau ada kesempatan dan umur, kami siap kembali memberikan yang terbaik,” ujar Hakim.

Capaian Nur Aidillah Fitriah dan Hakim Maulana menjadi salah satu penentu utama keberhasilan Provinsi Kalimantan Timur menyabet predikat Juara Umum MTQ Nasional XXXI.

Lebih dari sekadar medali, keberhasilan wakil Kutim di cabang KTIQ ini membuktikan bahwa generasi muda daerah memiliki kapasitas intelektual yang tinggi untuk membedah, meneliti, dan mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam karya ilmiah yang kontekstual bagi kemajuan bangsa.