Sangatta News — Lantunan shalawat bergema hangat di tengah riuhnya suara mesin pancang di Jalan Dayung Gang Rukun, Kelurahan Singa Gembara, Sangatta Utara, Selasa (2/9/2026). Senyum sumringah tampak dari wajah para tokoh agama dan warga setempat yang akhirnya menyaksikan mimpi panjang mereka mulai terwujud dengan hadirnya tempat ibadah yang representatif di lingkungan sendiri.
Pembangunan Masjid Al-Mansyur secara resmi dimulai lewat pemutaran tombol mesin pancang pertama secara simbolis oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi. Langkah ini menjadi jawaban atas makin pesatnya pertumbuhan pemukiman warga di kawasan Sangatta Utara, yang menuntut hadirnya sarana ibadah yang lebih layak dan nyaman demi menjaga kekhusyukan umat.
“Semangat gotong royong warga Gang Rukun ini sangat luar biasa dan patut kita apresiasi bersama. Budaya saling bantu ini adalah identitas kita. Pemerintah daerah tentu akan terus mendorong dan memberikan perhatian agar pembangunan rumah ibadah ini berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar Mahyunadi di hadapan warga.
Di tengah kemajuan fisik bangunan yang nantinya akan berdiri megah, orang nomor dua di Pemkab Kutim ini menyitir pesan mendalam bagi para pengurus dan panitia pembangunan Masjid Al-Mansyur.
Ia mengingatkan bahwa megahnya sebuah masjid tidak hanya diukur dari kokohnya tiang beton atau cantiknya arsitektur, melainkan dari seberapa hidup aktivitas keagamaan di dalamnya. Pengurus diminta mulai merancang program-program kreatif yang mampu merangkul anak-anak muda sekitar.
“Jangan hanya fokus pada fisik bangunannya saja. Yang tidak kalah penting adalah menyiapkan program keagamaan yang bisa merangkul generasi muda. Merekalah yang kelak akan meneruskan estafet kepengurusan dan memakmurkan masjid ini di masa mendatang,” tutur Wabup Mahyunadi mengakhiri arahannya.
Dengan dimulainya peletakan tiang pancang ini, Masjid Al-Mansyur diharapkan tak sekadar menjadi tempat sujud, tetapi juga benteng karakter dan pusat peradaban baru bagi anak muda di Sangatta Utara.


Tinggalkan Balasan