Sangatta News — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memperketat kesiapsiagaan darurat guna mengantisipasi maraknya potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah cepat ini diambil menyusul meningkatnya ancaman fenomena cuaca kering ekstrem El Nino yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan pentingnya pengawasan berlapis hingga ke tingkat pemukiman warga. Orang nomor satu di Kutim tersebut secara tegas meminta masyarakat menghentikan seluruh kebiasaan berisiko yang dapat memicu timbulnya titik api (hotspot) baru.

“Tolong kepada masyarakat untuk tidak lagi membakar sampah, apalagi membuka lahan pertanian dengan cara dibakar. Kesadaran bersama adalah kunci pencegahan,” tegas Ardiansyah.

Sebagai bentuk aksi nyata di lapangan, Bupati menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim untuk mengoptimalkan operasional Posko Utama Bencana serta mengaktifkan seluruh jaringan Posko Terpadu Karhutla di level kecamatan.

Ardiansyah menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Koordinasi intensif wajib dibangun bersama jajaran TNI-Polri, Manggala Agni, camat, kepala desa, serta insan pers untuk menyajikan arus informasi yang cepat dan akurat.

Langkah taktis ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menuntut pemerintah daerah menggeser fokus utama pada upaya deteksi dini dan pencegahan ketimbang sekadar pemadaman saat api sudah membesar.

Kepala BPBD Kutim, Sulastin, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemetaan awal di lapangan, mayoritas pemicu kemunculan titik api di wilayah Kutim dipicu oleh faktor kelalaian manusia, terutama dalam aktivitas pembukaan lahan (land clearing).

“Terdata lahan seluas 57,4 hektar yang terdampak di Kutim. Kami menekankan kepada seluruh jajaran kecamatan serta perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Kutim untuk saling berkolaborasi aktif dalam penanggulangan Karhutla,” jelas Sulastin.

Menghadapi situasi cuaca kering, kesiapan personel gabungan serta keandalan sarana dan prasarana (sarpras) pemadam kebakaran terus dimaksimalkan. Respons cepat (quick response) menjadi kunci utama agar titik api yang terdeteksi dapat langsung dipadamkan sebelum menjalar luas.

Di akhir keterangannya, pihak Pemkab Kutim juga menyertakan imbauan kesehatan bagi warga terdampak paparan asap tipis. Masyarakat diminta untuk tetap menjaga kondisi fisik serta konsisten menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mengantisipasi risiko gangguan saluran pernapasan (ISPA).