Sangatta News — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membendung wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Memasuki puncak musim kemarau, kawasan Kutim tercatat menjadi salah satu sarang hotspot terbesar di Kalimantan Timur dengan menyumbang setidaknya 3.003 titik panas. Angka fantastis ini menempatkan Kutai Timur di posisi kedua wilayah paling rawan karhutla di Kaltim, tepat di bawah Kabupaten Berau.
Menanggapi lonjakan titik panas yang membahayakan ekosistem dan wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi serta memberlakukan pemantauan intensif 24 jam nonstop.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kaltim periode 1–26 Agustus 2026, terdeteksi total 14.795 titik panas di seluruh wilayah Kaltim. Dari jumlah tersebut, sebanyak 820 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) yang kini menjadi fokus utama pemadaman tim gabungan.
“Penanganan karhutla di Kaltim bukan hanya saat api membesar, melainkan ekosistem kesiapsiagaan dari hulu ke hilir. Kami mengoptimalkan penguatan logistik ke kabupaten/kota, menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC), hingga berkoordinasi erat dengan Otorita IKN untuk memastikan wilayah penyangga dan kawasan inti tetap aman,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, dalam jumpa pers pada Kamis (27/8/2026).
Peta Sebaran Titik Panas (Hotspot) Utama di Kalimantan Timur
| Kabupaten / Wilayah | Jumlah Titik Panas (Hotspot) | Tingkat Kerawanan |
| Kabupaten Berau | 6.004 Titik | Sangat Tinggi (Tertinggi I) |
| Kabupaten Kutai Timur | 3.003 Titik | Sangat Tinggi (Tertinggi II) |
| Kabupaten Kutai Kartanegara | 2.426 Titik | Tinggi |
| Kabupaten Paser | 1.934 Titik | Sedang-Tinggi |
Guna memangkas potensi penambahan titik api baru di wilayah rawan seperti Kutai Timur dan sekitarnya, Pemprov Kaltim menerapkan prinsip zero burning (nol pembakaran). Aparat kepolisian dipastikan akan menindak tegas secara hukum siapa saja oknum yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar di tengah cuaca ekstrem ini.
Masyarakat juga dilibatkan secara aktif melalui penguatan Desa Tanggap Bencana (DESTANA) dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA). Apabila menemukan kepulan asap atau titik api di lingkungannya, warga diminta segera melapor secara real-time melalui Call Center Kedaruratan BPBD setempat atau kanal resmi Diskominfo Kaltim “Lapor Wal!” pada aplikasi Sakti Gemas.
Agenda jumpa pers kesiapsiagaan karhutla ini turut dihadiri oleh Kepala Diskominfo Kaltim Ririn Sari Dewi, Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Arief Murdiyatno, serta Koordinator Karhutla Dinas Kehutanan Kaltim Rahmadi.


Tinggalkan Balasan