Sangatta News — Sebagai daerah heterogen yang menjadi magnet pendatang dari berbagai penjuru tanah air, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memelihara iklim toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Pesatnya arus migrasi tenaga kerja di sektor pertambangan dan perkebunan menjadikannya sebagai miniatur Indonesia yang kaya akan keberagaman.

Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) FKUB se-Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026. Agenda strategis ini berlangsung di Hotel Royal Victoria Sangatta selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Agustus 2026.

Saat membuka acara secara resmi pada Kamis (27/8/2026), Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa pluralisme di Kutim bukanlah pemicu keretakan, melainkan modal sosial utama dalam mendorong percepatan pembangunan.

“FKUB merupakan salah satu garda terdepan dalam merawat kebersamaan di Kutai Timur. Keberagaman masyarakat kita adalah modal sosial yang sangat penting, yang harus terus dirawat melalui komunikasi, toleransi, dan sinergi bersama,” tutur Bupati berkacamata tersebut.

Bupati Ardiansyah memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus FKUB yang berhasil menjaga kondusivitas wilayah. Hingga saat ini, Pemkab Kutim mencatat tidak ada persoalan atau perpecahan serius terkait persinggungan antarumat beragama di Kutim.

Sementara itu, Ketua FKUB Kutim Ismaun Sirman mengungkapkan bahwa lembaga yang dipimpinnya telah berdiri sejak 2006 dan kini memasuki periode kepengurusan kelima. Selain memperkuat kapasitas kelembagaan hingga pengurusan izin rumah ibadah, FKUB konsisten menanamkan nilai kerukunan tanpa mengikis akidah masing-masing pemeluk agama.

Ismaun mengajak seluruh elemen masyarakat memegang teguh tiga pilar utama dalam merawat toleransi yakni saling memanusiakan dengan menempatkan kesetaraan hak dan rasa empati antarwarga. Lalu saling menghormati  dengan Menghargai kebebasan beribadah tanpa mencampuradukkan keyakinan dan terakhir saling mengingatkan dengan menjaga komunikasi terbuka agar potensi gesekan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Rakor diikuti perwakilan FKUB dari 15 kecamatan. Masing-masing kecamatan mengutus tiga orang peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Mengusung tema “Bersama FKUB dan Pemerintah Merawat Harmoni, Menguatkan Sinergi Menuju Kutai Timur Hebat”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara FKUB, pemerintah, serta para pemuka agama dalam menjaga kerukunan di daerah.

Rakor FKUB Kutai Timur 2026 turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI Muhammad Adib Abdushomad, perwakilan FKUB Provinsi Kalimantan Timur Abdul Hadi dan Haiban, serta unsur Kepolisian Resor Kutai Timur. Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kutim Jimmi, Jajaran Forkopimda, Kepala Badan Kesbangpol Tejo Yuwono, tokoh agama serta tamu undangan lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, FKUB Kutai Timur diharapkan semakin mampu memperkuat koordinasi hingga tingkat kecamatan, membangun komunikasi lintas agama, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.